Awal dan Akhir

Embun pagi nan sejuk
Membangunkanku dari alam mimpiku
Ditemani mentari cerah
Kulangkahkan kaki menuju suatu tempat
Tempat ku melihat bidadari yang kuharapkan menjadi 1 dari 7 bidadari surgaku

Hari demi hari berganti
Kucoba mencari siapa dirimu
Dirimu yang membuatku tergoda karena senyummu
Kamu, wanita bidadari surgaku

Benar kata para pujangga
Cinta itu buta

Meski ku tahu kau memiliki puluhan kekurangan
Tapi masih saja bayanganmu menghantuiku setiap malam

Bagiku, dirimu adalah bidadari tak bersayap
Bidadari yang tak bisa terbang sendiri karena segala kekuranganmu

Maka izinkan aku untuk menggantikan sayapmu yang patah
Agar kita bisa terbang bersama lalu menembus langit dan berkeliling semesta Tuhan
Akan ku tunjukkan pada semesta
Makhluk tercantik ciptaan Tuhan, kamu

Namun semua itu hanya tinggal mimpi

Semua itu pupus karna egoku yang terlalu takut kehilanganmu
Berbohong untuk terlihat baik dihadapan mu adalah dosa besarku padamu
Maaf atas segala salahku yang memaksakan kepemilikan atas cintamu
Aku telah belajar dari kesalahan
Bahwa cinta bukan tentang memiliki
Tapi tentang melihatmu bahagia dan tersenyum adalah inti mencintai
Di kala matahari membenamkan diri
Saat itu kau pamit mengundurkan diri
Meninggalkan segala rasa yang telah kau ukir bersama dengan yang lain

Aku hanya pria biasa yang tak mampu berkata kata atas kepergianmu
Yang tersisa hanya air mata yang kutahan keluar agar terlihat tegar di hadapanmu

Semua sudah terlambat
Sekarang hanya tinggal rindu
Rindu tawamu, rindu kegilaanmu
Rindu senyumanmu yang selalu menjadi penyemangatku setiap hari

Maaf jika ku pernah mencintaimu
Jika berpisah jalan terbaik, ku mencoba ikhlas tuk melepasmu
Meski air mata mengucur deras bermuara ke relung hati yang terdalam…